Kamu disini
Home > Aneh > Asal-Usul Ikan Tempel, Benda Bertuah Pelarisan Dagang dari Nyai Ratu Kidul

Asal-Usul Ikan Tempel, Benda Bertuah Pelarisan Dagang dari Nyai Ratu Kidul

Dibanding dengan mustika mani gajah, mustika kelapa, keris semar, dan berbagai macam benda bertuah lainnya, ikan tempel memang kurang begitu populer.

Kendati demikian, bagi mereka yang mencari sarana pelarisan dagang.

Ikan tempel bisa menjadi solusi batin untuk membuat dagangannya lebih disukai pembeli. Walaupun persaingan dalam dunia dagang begitu ketat.

Lalu Apa itu ikan tempel? Ikan tempel adalah benda bertuah berbentuk lonjong pipih dengan warna kecoklatan.

Bentuknya mirip ikan tupis, dengan panjang sekitar 11 cm dan lebar 4 cm. Karakter fisiknya kering, tetapi tidak berbau seperti ikan kering pada umumnya.

 

Bagaimana Asal-Usul Ikan Tempel?

Ada beberapa versi mengenai asal-usul ikan tempel. Versi yang pertama, mengungkapkan bahwa ikan tempel adalah ikan yang berasal dari Laut Selatan, tempat dimana kerajaan Nyai Ratu Kidul berada.

Ikan ini bukanlah sembarang ikan, sebab secara metafisik di dalam ikan tempel dihuni oleh pengikut Ratu Kidul, tugasnya adalah membantu siapapun yang memiliki ikan tempel tersebut agar dagangannya lebih laris.

Berbeda dengan versi yang sebelumnya. Versi kedua menyebutkan, sebenarnya ikan tempel adalah bagian tubuh ikan khusus yang hidup di kedalaman 500 meter di bawah laut.

Disebut ikan tempel karena ikan ini hidup menempel pada ikan lain yang lebih besar ukurannya dengan dirinya.

Ada yang menyebut ikan ini mirip ikan remora yang hidupnya menempel pada bagian tubuh ikan hiu. Lantas, benda yang disebut-sebut sebagai ikan tempel sebenarnya diambil dari bagian atas kepala ikan remora ini.

Walau begitu, tidak semua ikan dari jenis ini bisa digunakan dan dimanfaatkan kekuatan metafisiknya. Hanya ikan tempel yang telah ditransfer energi dan dikuatkan energinya saja yang memiliki khasiat pelarisan tingkat tinggi.

 

Khasiat Ikan Tempel untuk Pelarisan Dagang

Ikan tempel secara khusus dimanfaatkan sebagai media pelarisan dagang. Toko yang semula sepi pengunjung, dengan energi alami dari ikan tempel, orang yang semula kurang berminat akan menjadi pembeli.

Hingga akhirnya menjadi pelanggan setia.

Pada dasarnya, reaksi energi ikan tempel mirip dengan proses reaksi energi pengasihan. Hanya saja, energi ikan tempel cenderung digunakan untuk membuat banyak orang sekaligus, agar tertarik akhirnya menjadi pembeli atau pelanggan.

Entah bagaimana para calon pembeli yang terkena pengaruh energi ikan tempel akan cenderung selalu memilih produk atau pun jasa yang ditawarkan kepadanya.

Bahkan pembeli terkadang tidak berdaya ketika hendak menawar barang yang dijual kepadanya. Seolah muncul rasa kasihan kepada penjualnya.

Meski ampuh jika digunakan dalam urusan pelarisan dagang. Sebagai catatan, jangan sekali-kali menggunakan energi pelarisan pada ikan tempel untuk menipu, mengelabuhi, atau bahkan membohongi pembeli.

Mengurangi takaran atau timbangan yang seharusnya. Menjual dengan informasi yang  tidak sesuai dengan apa yang dijualnya. Sehingga membuat si pembeli benar-benar dirugikan.

Ketika penggunaan ikan tempel ini dibarengi dengan prilaku curang, bukan tidak mungkin jika energi pelarisan ikan tempel sama sekali tidak bereaksi. Dan tidak mendatangkan manfaat sama sekali.

 

 

 

Komentar Disini

Tinggalkan Balasan

Top