Kamu disini
Home > Aneh > Bahaya! Anda pun Beresiko Terserang Ilmu Santet

Bahaya! Anda pun Beresiko Terserang Ilmu Santet

Bisa jadi Anda pun pernah mendengar cerita mengenai betapa mengerikannya ancaman ilmu hitam berupa santet. Ada orang yang tampak sehat secara fisik dan psikis, tapi tiba-tiba muntah darah dari perutnya keluar pecahan kaca dan paku.

Ada yang tiba-tiba kulitnya melepuh, lantas mati sebelum mendapatkan pengobatan dari dokter. Ada yang tiba-tiba berteriak-teriak sendiri tanpa sebab yang jelas, bahkan sampai melakukan perbuatan yang di luar batas norma. Semisal, tiba-tiba telanjang di tengah jalan.

Lalu ada juga orang yang mengalami penyakit aneh selama berpuluh-puluh tahun, tapi menurut pemeriksaan dokter ternyata tidak ditemukan gangguan apapun pada dirinya.

Bila Anda mendapati hal-hal semacam itu di sekitar Anda, maka Anda pun patut waspada sebab itu adalah beberapa gejala yang menunjukkan adanya ancaman ilmu santet.

Di berbagai penjuru di tanah air, santet memilki berbagai macam penyebutan. Diantaranya, jenges, tenung, teluh, guna-guna dan berbagai macam lainnya. Semua istilah tersebut memiliki pengertian yang sama.

Kejadian yang menimpa korban santet, jika dipikir memang tampak mustahil. Bagaimanamungkin pecahan kaca tiba-tiba bisa masuk ke dalam perut?

Dan tentu saja bagi orang yang belum pernah mengalami atau menyaksikannya sendiri akan sulit mempercayai kejadian tersebut. Kenyataannya, hal semacam itu banyak terjadi di masyarakat.

Secara prinsip, ilmu santet serupa dengan ilmu tenaga dalam. Perbedaan yang paling mendasar pada keduanya yaitu ada pada cara atau “tujuan” yang melatar-belakanginya. Beberapa pakar metafisik ada yang berpendapat bahwa santet sebenarnya adalah ilmu tenaga dalam yang diselewengkan.

 

Bagaimana Ilmu Santet Terjadi?

Benda-benda yang masuk ke dalam tubuh seseorang dari jarak jauh, tanpa sepengetahuan si korban dilakukan secara gaib. Proses “pengiriman” benda padat secara gaib ini dikenal juga dengan istilah dematerialisasi.

Apa iu dematerialisasi? Proses pengubahan materi suatu benda, dari materi fisik menjadi materi  nonfisik. Benda padat yang semula bersifat “materi” diubah menjadi medan energi yang sifatnya imateri.

Ketika menjadi medan non-materi (imateri), dengan kekuatan batin tertentu, benda non-materi ini dikirimkan kepada korban. Setelah berada di dalam perut korban, benda tersebut dikembalikan lagi wujudnya menjadi benda padat.

Secara umum, ada dua teknik ilmu santet dilakukan.

Pertama, yaitu dengan teknik imitatif magic. Yaitu, cara menyantet orang lain dengan pola menirukan (imitatif/imitasi) keadaan yang seperti sebenarnya,

Contohnya, dengan menusukkan jarum atau atau menyatakan pisau ke dalam jantung sebuah boneka. Maka efeknya si korban akan merasakan jantungnya seperti ditusuk-tusuk atau disayat dengan benda tajam.

Kedua, menggunakan teknik contagio Magic. Yaitu menyantet orang lain dengan cara membuat kontak dengan orang yang disantet.

Contohnya, dengan menggunakan foto si korban, pakaian, rambut, dan benda apapun milik korban atau apapun yang pernah lekat dengan korban.

 

Jika demikian, Apakah Setiap Orang bisa terkena santet?

Seperti yang telah diungkapkan di awal. Secara prinsip, cara kerja santet tidak berbeda dengan tenaga dalam. Apapun itu, kembali lagi pada orangnya.

Selama seseorang masih memiliki emosi, pernah melakukan kesalahan atau berbuat dosa, masih membenci orang lain, dan perilaku emosional lainnya. Maka orang tersebut, memiliki kemungkinan terkena ancaman bahaya santet.

Komentar Disini
1143 Total Views 36 Views Today

Tinggalkan Balasan

Top