Ajaib !!, Kakek Tua itu Melayang di Atas Permukaan Laut

Ajaib !!, Kakek Tua itu Melayang di Atas Permukaan Laut

Nama saya Jatmiko dari Kendal – jawa tengah.
Saya mau cerita dikit pengalaman saya yang aneh dan ajaib yang saya alami ketika merantau ke Pontianak – Kalimantan barat.

Waktu itu sekitar tahun 2013 akhir bulan juli. Saya dan 2 orang teman sekampung memutuskan untuk mencari pekerjaan di luar pulau.

Atas suruhan beberapa teman yang sudah bekerja disana, kami bertiga berangkat dari rumah dengan menggunakan kapal penyeberangan dari pelabuhan tanjung emas semarang.

Dengan perbekalan yang seadanya kami menuju pulau Kalimantan yang jaraknya sekitar 2 hari perjalanan.

Maklum, kapal yang kami tumpangi adalah level tingkat ekonomi yang biaya tiketnya terjangkau bagi dompet kami.

Perjalanan pun dimulai, kapal berlayar sekitar pukul 14:30 dari pelabuhan tanjung emas semarang. Tak lupa kami bertiga berdoa agar diberi keselamatan dalam perjalanan menuju pulau Kalimantan.

Kamipun menikmati perjalanan dan hembusan angin membuat suasana semakin nyaman dan menyenangkan.

Berbeda dengan teman saya Dul Majid, ia sepertinya agak takut dengan suasana lautan, karena memang.. perjalanan ini adalah merupakan perjalanan laut pertamanya menuju pulau Kalimantan.

Sedangkan teman saya yang satunya lagi, kamal.., dengan asik dan nyamannya tertidur di balkon depan kapal sendirian, sepertinya ia cukup menikmati perjalanan ini.

Beberapa jam telah berlalu dan perjalanan kapal kami telah sampai cukup jauh dari pulau jawa, saya lihat dari kapal, sekeliling kami tak ada satupun pulau yang terlihat. Hanya laut dan cakrawala yang membentang seakan bersentuhan dengan langit biru.

Memang ada beberapa gunung yang terlihat menjulang di kejauhan, namun gunung itu terlihat sangat kecil, hingga lama-kelamaan gunung itu pun seakan menghilang dari jarak jangkauan penglihatan kami.

Dari situ saya mendapat pelajaran, bahwa kita biasanya menganggap kecil sesuatu yang kita anggap masih jauh, padahal sebenarnya ukuran yang kecil itu sangat besar dan menjulang.

Begitu halnya dengan hari pembalasan yang wajib diyakini oleh seluruh manusia, kita melihatnya jauh sehingga terlihat kecil dan remeh, padahal hari itu sangat besar dan menggetarkan jiwa dan seluruh tubuh, begitulah keyakinan saya mengajarkan.

Oleh karena itu, pelajaran sangat penting dari yang saya lihat adalah hendaknya kita jangan meremehkan sesuatu yang terlihat jauh. Karena apa yang kita lihat sebenarnya adalah sesuatu yang sangat besar.

Oke kembali lagi ke cerita.

Perjalanan kami pun telah sampai ditengah-tengah laut, karena sepertinya memang begitu, tidak ada satupun pulau atau gunung yang terlihat di ujung cakrawala.

Hari pun sudah mulai gelap dan berganti waktu, hingga akhirnya malam benar-benar menyelimuti kapal kami.

Didalam keheningan malam, akhirnya kamipun tertidur di dalam kapal yang bergerak dengan mulus diatas pemukaan laut yang tenang.

Memang suasanya sangat tenang hingga kamipun terlelap dalam mimpi tidur yang menyenyakkan.

Kejadian Mengejutkan !

Ketika kami dalam keadaan tidur yang nyaman, entah kenapa tiba-tiba kapal seakan mengalami turbulensi, yaitu kondisi dimana jalan /jalur yang dilewati terdapat banyak lubang (jawa : geronjalan).

Seketika kami bertiga dan penumpang lainnya terbangun dari tidur kami. Saling bertanya satu sama lain, “ada apa ini, kok kapal bergerak dan berguncang?”.

Kami mencoba bergegas melihat ke arah luar, dan alangkah terkejutnya kami.
Disekitar kapal ternyata ada suatu pusaran air laut yang sangat besar, ditambah lagi angin kencang dan cuaca seakan mendung gelap sekali, tidak ada bintang dilangit satupun yang terlihat.

Pusaran air itu terlihat oleh kami karena sorotan dari lampu kapal yang bersinar 360 derajat yang berjarak sekitar 2 kilo meteran.

Air itu seakan-akan hendak menarik kapal kami yang cukup besar. Namun oleh nahkoda, kapal dibuat menjauhi pusaran tersebut.

Suasana semakin mencekam, ketika ada salah seorang penumpang menjerit histeris karena ketakutan.

Beberapa dari personil kapal mencoba untuk menenangkan penumpang tersebut. Hingga akhirnya penumpang tersebut diam dan tenang.

Muncul sosok Orang Tua Berbaju Putih berdiri diatas permukaan air laut membawa tongkat.

Mengalami keadaan yang seperti itu, Kami bertiga dan penumpang lainnya terus menerus memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberi keselamatan di perjalanan kami.

Tak henti-hentinya kami memohon agar diberi keselamatan, karena memang hanya itu yang bisa kami lakukan.

Segala apapun yang kokoh pada kapal kami jadikan pegangan agar tidak terlepas terombang-ambing. Saya berpegangan pada tiang kapal, sedangkan 2 teman saya berpegangan pada kursi yang tertempel di badan kapal.

Hingga akhirnya..

Ketika kami melihat ke arah pusaran air itu lagi, tiba-tiba kami melihat sosok seorang kakek berbaju putih membawa tongkat.

Anehnya kakek itu berdiri tepat dipinggir pusaran air itu, dan menggerakkan tongkat yang dibawanya.

Sungguh ajaib bin aneh apa yang saya lihat ini, seorang manusia tua berdiri diatas air laut tanpa penyangga satupun.

Saya mengira diri saya ini sedang berhalusinasi, tapi kedua teman saya juga melihatnya. Berrati apa yang saya lihat memang realita.

Dengan gagahnya kakek tersebut memutar-mutar tongkatnya berlawanan arah dengan pusaran air itu, dan dengan ajaibnya kakek itu berdiri tidak tenggelam di atas air yang sangat ganas itu.

Perlahan-lahan, pusaran air yang ganas itu mulai meredup dan agak tenang, kapal yang kami tumpangi semakin rendah frekuensi turbulensinya.

Hingga akhirnya pusaran air itupun semakin menghilang dan air menjadi tenang. Kapal kamipun tidak mengalami turbulensi lagi, Alhamdulillah.

Aneh dan ajaib kakek itu menghilang.

Ketika kondisi sudah menjadi normal kembali, kami lega dan berterima kasih pada Tuhan yang maha kuasa karena telah menyelamatkan kami.

Dan menariknya, pas kami mengarahkan pandangan pada kakek yang tadi ditengah laut, ia sudah menghilang, tidak berada disitu lagi.

Lagi-lagi saya disuguhi pemandangan yang ajaib lagi, sungguh menakjubkan !!
Begitulah.., kapal yang semula sangat berguncang hebat, kini telah kembali normal, sejak kejadian itu, saya tidak bisa tidur hingga menjelang waktu subuh.

Kejadian itu membuat saya takjub, dan teringat sampai sekarang. Betapa maha kuasanya Tuhan menjadikan sesuatu terwujud atau terjadi.

Rasa terima kasihku menjadi bertambah, karena saya merasa telah terselamatkan di perjalanan ke Kalimantan ini.

Pagi hari pun datang dan daratan terlihat menawan.
Mataharipun mulai menmpakkan diri.., dan cuaca pada pagi hari itu sangat cerah dan bersinar.

Kemudian saya melihat di ujung cakrawala, ada daratan dan gunung yang menjulang tinggi, meskipun kelihatannya kecil.

Itu berarti menandakan perjalanan kami bertiga dan penumpang lainnya, akan segera berakhir. Kapal sebentar lagi akan berlabuh.

Dan pada saat itulah, kami merasa bahagia. Karena sang nahkoda kapal memberitahukan pengumuman bahwa 2 jam lagi jika tidak ada kendala, kapal akan bersandar di pelabuhan.

Wahh.. kami senang sekali mendengar pengumuman itu, setelah peristiwa yang terjadi semalam, kami dan penumpang lain sangat ketakutan, sehingga pengumuman dari kapten kapal yang membawa kabar baik tersebut, kami sambut dengan gembira.

Demikianlah cerita dan pengalaman yang bisa saya bagi.
Ambil pelajaran yang baik, dan buang hal yang jelek dari cerita saya.

Terima kasih. Wassalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *