Jumat Kliwon 13 september 2013, Pentas Teater Berujung Malapetaka

Jumat Kliwon 13 september 2013, Pentas Teater Berujung Malapetaka

Kisah ini terjadi 3 tahun lalu waktu aku masih kuliah. Seingetku kejadian ini terjadi pas jumat kliwon 13 september 2013.
Waktu itu teater yang aku bina ngadain pentas di auditorium.
Hal aneh terjadi pada pentas itu adalah kesurupan yang terjadi pada 10 orang penonton. Iya 10 orang penonton dan akhirnya pentas teater itu terpaksa di bubarkan. Padahal kami udah mati-matian ngegarap nih pentas serapi mungkin.

Waktu Latihan
Padahal waktu latihan 1 bulan kemarin gak ada kejadian aneh-aneh, kita latihan bahkan kadang bisa nyampe jam 1 malem, dan temen-temen masih pada semangat aja.
Gak ada firasat buruk waktu latihan, tapi emang kakak-kakak kelas pada bilang ini naskah serem banget.
Ya mereka iyain aja, dan bilang ini naskah bakal hancur abis kalo dipentasin, hancur abis maksutnye keren.
Tapi sumpah aslinya ini naskah hancur abis karena membawa malapetaka.

Menuju Pementasa
Sebenarnya waktu mau pementasa aku ada perasaan buruk, yang aneh. Perasaan buruk itu tiba-tiba muncul ketika waktu itu aku ngelihat kalender dan di kalender aku ngelihat tanggal unik itu.
Ya.. tanggal unik yang baru aku sadari, tanggal 13 september 2013 yang bertepatan hari itu adalah jumat kliwon.
Perasaan takutku menjadi-jadi, aku berpikir bahwa pertunjukan yang aku adain ini bakal mengundang setan-setan.
Lalu pikiranku pun flashback lagi pada masa dulu, beberapa tahun yang lalu, sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu waktu itu aku diceritain jika auditorium itu adalah bekas kuburan yang dirombak.
Dan aku teringat lagi pada cerita temanku yang lain yang mengatakan pernah ada calon mahasiswa yang kesurupan di tempat itu.
Seketika kepalaku menjadi pusing karena pikiran-pikiran negatifku itu, dan salah satu adik kelasku namanya Ita menanyakan padaku kenapa aku, sampe-sampe tiba tersungkur sambal megangin kepala.
Aku tidak berani bercerita jujur pada adik kelasku itu, mulutku tiba-tiba bisu tak berani mengatakan, karena Ita adalah salah satu adik kelas yang kata temenku juga dia punya riwayat sering kesurupan dari sejak SMP sampe SMA.
Aku berusaha ngelepasin semua kegundahanku itu dan mengatakan pada diriku sendiri kalau nantinya pentas bakal berjalan baik.
Dan perasaanku agak membaik ketika sesi doa dibelakang panggung, dan meyakinkan diri kalau pentas ini bakal sukses dan berjalan baik.

Pementasan Teater Di Auditorium Kampus
Tapi hal buruk terjadi pada waktu pementasan. Tepat pada jam 9 malam, musik lingsir wengi dimainkan sebagai backsound seram.
Aku melihat Cindy begitu memukau menyanyikan lagu lingsir wengi itu, tapi entah kenapa bulu kudukku merinding saat mendengarkan lagu itu.
Bahkan aku melihat beberapa penonton ada yang menutup telinga seperti ketakutan waktu nyanyian lingsir wengi itu dimainkan.
Dan tiba-tiba aja ada kejadian yang paling tidak aku inginkan terjadi, seperti dugaanku, jika pentas ini akan memnjadi buruk.
Salah seorang wanita tiba-tiba saja menari sempoyongan di kerumunan penonton.
Semua penonton bersikap biasa aja, sebeb mereka pikir itu adalah bagian pertunjukan.
Dan kemudian aku melihat ke Cindy, wajah Cindy yang sebelumnya senyam senyum menyanyikan lingsir wengi tiba-tiba tegang.
Entah kenapa aku melihat mata Cindy seperti kosong, seperti tak bernyawa. Tapi aku membiakan saja, sebab Show Must Go On..!!.
Hanya saja kemudian hal ini semakin kacau, wanita yang menari-nari tak jelas itu mulai sempoyongan dan menggigiti orang-orang yang ada di tempat itu, Cindy pun tak juga berhenti bernyanyi.
Suasana yang sebelumnya riang, karena mengira semua itu adalah pertunjukan berubah menjadi riuh dan semua penonton berhamburan keluar.
Semacam vampire, gigitan dari wanita yang menari sempoyongan itu ternyata membawa wabah kesurupan kepada 8 orang, mereka berteriak-teriak histeris.
Karena aku begitu ketakutan, aku menyuruh 2 temanku memanggil ustad atau kyai yang ada di dekat daerah kampus. Dan anehnya aku tidak takut melihat orang-orang kesurupan itu, aku justru diam dengan melihat orang-orang kesurupan itu, dengan hati takut tapi tidak beranjak pergi dari tempat itu.
Bingung untuk berbuat apa, entah mengapa seketika mataku mengarah ke Ita, anehnya Ita yang dikenal suka kesurupan dia tidak tampak kesurupan atau bagaimana, Dia justru sangat ketakutan, dan kencoba menyembunyikan diri, dan dia lari keluar auditorium.
Dan ketika Ita keluar Audit justru 8 orang yang kesurupan, wanita yang menari sempoyongan, dan Cindy malah mengejar-ngejar Ita.
Tapi mengejarnya aneh-aneh, ada yang ngesot, ada yang kaku, ada yang sambal nari-nari gak jelas, ada yang matanya merem juga. Mereka semacam zombie.
Karena gak ada orang yang berani deketin, jadinya ya.. mereka berlari semaunya sendiri, tidak ada yang menghalangi.

15 Menit Kemudian
2 Temanku akhirnya datang dan dia tidak hanya membawa seorang kyai, tapi para bapak-bapak kampung juga ikut serta.
Ita yang udah lari udah entah kemana, dan sudah tidak terlihat lagi batang hidungnya, tinggallah beberapa para orang kesurupan yang bergerak seleyotan gak jelas.
Para bapak mulai membantu untuk membantu menyembuhkan kesurupan.
Tapi karena ada adalah satu orang yang kesurupannya ganas, dia sampai-sampai melukai 2 orang bapak, satu bapak perutnya di tonjok sampai keluar darah, dan satu bapak lagi digigit sampai tangannya juga berdarah.
Dan mulut orang yang kesurupan itu penuh darah dan buih-buih busa. Sangat menjijikan pokoknya.
Dan proses menyembuhkan kesurupan itu gak Cuma sejam atau 2 jam, ini sampe 6 jam lebih, sampe pagi, sampe azan subuh dari salah satu masjid terdengar di salah satu sudut.
Yang menyebabkan lama itu sebenarnya bukan karena memang setannya tidak mau keluar, tapi sebenanrya karena orang-orang yang kesurupan ada yang lari sampe ke jalan-jalan, jadi harus di kejar sampe ke jalan-jalan.

Ya itulah cerita misteri paling seram yang pernah saya alami, dan paling tidak mau lagi saya alami.
Dan karena kejadian itu, saya tidak berani lagi keluar malam atau menginap di kampus.
Emang sih cerita ini benar-benar gak masuk akal, tapi ini nyata dan benar-benar pernah saya alami.

Jumat Kliwon, 13 september 2013 itu tidak akan mungkin bisa saya lupakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *