Kisah Nyata ! Jenazah ber Dada Palsu Warga Enggan Mengurusnya.

Kisah Nyata ! Jenazah ber Dada Palsu Warga Enggan Mengurusnya.

Ada seorang pengurus suatu lembaga amil zakat, namanya rahmat. Ia menceritakan kisah unik dan aneh yang terjadi pada dirinya.
Rahmat ini adalah salah satu pengurus Lembaga Amil Zakat (LAZ) Tabung Amanah Umat (TAMU) yang berkantor dikawasan Bekasi.
Lembaga yang dia kelola itu membuka jasa pemulasaran jenazah muslim secara gratis.
Sebagai pengurus LAZ yang juga menjadi petugas perawatan jenazah, rahmat banyak memiliki pengalaman dalam pengurusan jenazah.
Satu pengalaman yang membuat dia merasa begitu prihatin adalah tatkala memanadikan jenazah seorang banci.

Waktu itu, rahmat mendapat telepon dari sesorang yang meminta bantuan memandikan jenazah dikawasan priok. Orang itu mengaku mendapat nomor telepon rahmat usai mendengarkan iklan di radio.
“waktu itu ada tetanganya yang menelepon dan meminta bantuan, kata rahmat menerangkan peristiwanya.
Mendengar kabar itu, rahmat segera meluncur ke lokasi.
Dia sama sekali tidak menaruh curiga tentang siapa sebenarnya sosok jenazah yang akan diurus itu.
“awalnya saya tidak diberitahu. Jadi ke sana dengan asumsi membantu orang yang tidak mampu. Barangkali tidak bisa membayar jasa pemandian,” kata dia.
Sesampai di lokasi, rahmat tetap tidak merasa curiga. Dia hanya mendapat informasi para pengurus masjid dan mushola disekitar lokasi, tidak ada yangmau mengurus jenazah.
Mungkin saja lantaran warga setempat sudah tahu kebiasaan orang itu semasa hidup.
“saya kaget, kok yang datang kayak orang-orang salon semua,” kata dia.
Tapi Rahmat berusaha berbaik sangka jenazah adalah sesosok pria normal. Dia yang kala itu dibantu oleh seorang sopir kemudian masuk ke rumah duka dan menangani jenazah.
“Pas itu saya dikasih tahu kalau jenazah itu adalah banci,” kata dia. Rahmat sempat mengalami kebingungan, apakah akan akan melanjutkan prosesi pengurusan jenazah atau tidak.
Dia langsung menghubungi ustadz yang menjadi rujukan dan meminta saran.
“Kata ustadz, diurus saja karena itu fardhu kifayah. Tetapi dipastikan dulu apakah alat kelaminnya masih asli atau tidak. Kalau masih ada dan asli, kita mandikan. Kalau tidak, ya jangan dimandikan,” ucap rahmat.
Akhirnya rahmat memeriksa alat kelamin jenazah itu. Setelah mendapat kepastian alat kelamin masih ada, rahmat lantas segera memandikan jenazah tersebut.
Pada saat memandikan jenazah tersebut, tahmat menemukan lagi masalah baru.
“Tapi , ada masalah karena di bagian dadanya ada cairan silicon. Akhirnya cairan itu di keluarkan. Dadanya palsu tapi alat kelaminnya masih asli,” kata dia.
Rahmat menjadi semakin prihatin usai memandikan dan mengkafani jenazah. Tidak ada satupun orang yang mau menyalatkan jenazah itu, termasuk dari para pelayat yang notabene berperilaku seperti jenazah.
Rahmat pun kemudian menyalatkan jenazah tersebut bersama sopirnya.
Pegurusan jenazah bahkan dilakukan sampai pada memakamkan. Tidak ada warga sekitar yang membantu dia. Pun demikian para pelayat.
“Yang mengantarkan ke pemakaman itu ya banci juga yang kebanyakan bercanda secara tidak pantas. Bahkan mereka sampai berebut tali pocong,” tutur rahmat.
Lebih anjut Rahmat mengatakan pengalaman tersebut menjadi pelajaran yang sangat berharga. pelajaran bukan hanya untuk rahmat, melainkan juga bagi para muslim khususnya dan orang normal pada umumnya agar tidak terjebak dalam lingkaran praktik LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *