Mengejutkan !! Sosok Sopian Berubah Menjadi Dua

Mengejutkan !! Sosok Sopian Berubah Menjadi Dua

Seorang anak berusia sekitar 12 tahun sedang berjalan-jalan dengan menggunakan sepeda bersama temannya di salah satu desa di daerah probolinggo, jawa tengah.

Seperti biasanya anak yang masih sekolah dasar kelas 4 SD berkeliling jalan desa bersama temnnya menggunakan sepeda kesayangannya.

Bersama 3 orang temannya, andri mengayuh sepedanya yang kecil dan mini ke arah jalan menuju rumah paman sopian bernama pak sugito yang terletak tidak jauh dari pemakaman desa tersebut.

Ketika berjalan bersepeda mereka melalui jalan yang tidak banyak dillaui oleh banyak orang, dikarenakan rumah paman sopian berdekatan dengan area pemakaman, maka mereka menempuh jalan yang cukup sepi utuk menghindari jalan, meskipun jalan tersebut harus memutar jka hendak ingin menuju ke rumah paman sopian.

Beberapa menit telah terlewati, dan kayuhan sepedapun semakin melelahkan.., dengan rasa kelelahan andri berkata pada sopian :”sop.. ko gak nyampe-nyampe ya,.. dimana si rumah pamanmu?

“Didepan situ ndri.. sebentar lagi kita nyampe”. Ujar sopian.
Dengan kepanasan dan kelelahan ketiganya mengayuh lagi sepedanya tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Waktu terus berjalan dan semakin lama semakin lelah dan sepertinya hari semakin mendung dan gelap.

Andri, sopian, dan ucup merasa takut jika sebantar lagi hujan dan belum tiba di rumah pamannya.
Pada saat tersebut andri sambil berjalan membawa sepedanya menanyakan lagi pada sopian :” sop.. sampai mana nih.. kok masih jauh aja, dimana si rumahnya..?”

Lalu tiba-tiba hal aneh terjadi…

Sopian tiba-tiba memberhentikan sepedanya dan menyuruh semuanya untuk turun dari sepeda dan berjalan menuntun sepedanya masing-masing.

Expresi wajah sopian berbeda dari biasanya, sopian yang semula berwajah manis dan lucu tiba-tiba menjadi berwajah serius seperti orang tua sedang memarahi anaknya.

Kata andri :”sop, kamu ga apa-apa?.
Aneh.., sopian hanya diam saja tak berbicara sedikitpun, seakan-akan tidak mendengar pertanyaan andri.

Andri bertanya lagi : sop kamu kenapa?”.

Lalu tiba-tiba sopian berhenti berjalan menuntun sepedanya, dan berkata pada kami : “sudah sampai ndri..”. ucap sopian dengan nada menyeramkan seperti suara orang tua, padahal dia baru 12 tahun.

Kami sebenarnya agak takut, kok tiba-tiba sopian menjadi begini.
Mana sop rumah pamanmu?. Ini kan masih di jalan depan pemakaman, dan disini pun agak sepi tidak ada rumah sama sekali di sekitaran.

Saya dan ucup merasa aneh dengan tingkah laku sopian.., mendengar pertanyaanku, ia malah tertawa cekikikan seperti suara burung hantu.

Kami berdua gemetar, dan suasana pada saat itu semakin mencekam..
Kemudian sopian dengan tangan dan telunjuknya kea rah kuburan mengatakan:” kita sudah sampai di rumahku ndri, rumah yang selama ini aku huni dan tempati”.

Adduh semakin takut kami dengan sopian.. ini bukan sopian yang selama ini kami kenal.
“Ah kamu jangan bercanda sop, ini kan pemakaman, masak rumah mu disini”. Ujarku.

Sopian lalu menjatuhkan sepedanya dan kemudian berjalan menuju area tengah pemakaman..
Sop, kamu mau kemana?, ayo pulang nanti dicari ibumu?!!. Ujarku memaksa.

Namun andri masih bersi kukuh menuju areal pemakaman itu.
Kami mencoba untuk menahannya tapi tidak bisa, ia tetap ingin ke area tengah pemakaman tersebut.

Seketika itu, saya dan ucup lari ke pemukiman warga.. mencari bantuan untuk menghentikan sopian yang sepertinya kehilangan kendali.

Pada saat kami mencari bantuan dan sampai dirumah salah satu warga kampong, kami menanyakan rumah pak sugito pamannya sopian.

Dengan cepat dan terengah-engah kami kayuh sepeda, dan ternyata tidak jauh dari situ, kami menemukan rumahnya.

Saya bilang pada pamannya : “paman, sopian ponakan paman ada dikuburan dan ia ingin memasukinya, cepat kesana paman..!”

“Sopian..? sopian siapa, ponakanku?, lawong dari tadi dia disini tuh di ruang tamu”. Ujar paman sopian.

Dan yang membuat kami terkejut..!

Tiba-tiba sopian sudah berada di ruang tamu rumah pamannya. Loh kok. ??? bagaimana bisa?.
Kami heran dan penuh tanya, .. “lho sop kamu tadi kan di kuburan, kok tiba-tiba sudah sampai disini”

“Dikuburan, kapan??. Lawong dari tadi aku disini ko ndri”. Kata sopian, aku sudah dari tadi sampai disini ndri, tapi pas aku lihat kebelakang kalian ga ada bersamaku. Aku fikir kalian mampir ke warungnya bu inah untuk beli minuman, aku tungguin sampai lama kalian gak muncul-muncul juga.

“Enggak kok sop..???. kami sedari tadi bersama mu, bahkan kamu menjatuhkan sepedamu dijalan begitu saja”. ujarku

“bukan ndri, sedari tadi aku disini”. Ujar sopian.
“Waaaahh semakin serem, takut dan merinding. Lalu yang bersama kami itu siapa sop kalau bukan dirimu..?? haduuhhh”. Kata ucup.

“Mungkin itu adalah makhluk yag ingin menganggu dirimu nak”. Ujar paman sugito.
“memang cukup banyak warga disini yang mengalami hal seperti itu. Mereka (makhluk jahat) yang suka menggangu dengan menyerupai teman atau saudaramu.
Jika berjalan dan menuju ke suatu tempat, berdoalah nak supaya diselamatkan dan dilindungi oleh Tuhan yang maha Kasih.
Kalian jangan khawatir, minum dan makanlah dulu makanan yang ada di meja itu, dan tenangkan dirimu, nanti aku yang antarkan kalian kembali ke rumah kalian masing-masing”. Kata paman sugito.

Demikianlah cerita yang dapat aku sampaikan, semoga bisa mendapat pelajaran dan jangan lupa, ketika berjalan selalu ucapkan doa pada Tuhan mohon agar dilindungi dan diselamatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *