Misteri Suara Tawa Mencekam Goa Ungaran

Misteri Suara Tawa Mencekam Goa Ungaran

Suatu ketika, saya dan teman saya mas iwan pergi ke suatu tempat wisata di daerah gunung ungaran, semarang – jawa tengah.
Niat kami berwisata adalah untuk menyegarkan fikiran yang selama beberapa bulan ini tergradasi oleh banyaknya pekerjaan yang cukup menguras tenaga kami.
Berbekal seadanya dan beberapa pakaian ganti selama berlibur, kami berangkat dengan menggunakan sepeda motor berboncengan.
Perjalanan menuju guung ungaran kami tempuh dengan lancar jaya, tidak ada kemacetan yang berarti.
Sampai ketika sampai disuatu daerah yang terdapat pabrik susu yang cukup terkenal di Indonesia, kami mengalami keraguan dalam mengambil jalan.
Kami merasa ada jalan yang salah yang telah kami tempuh. Hingga akhirnya kami bertanya pada salah seorang penduduk disana.
Hingga akhirnya kami diberitahu bahwa jalan menuju puncak ungaran telah kami leawati sebelumnya. Dan ternyata memang benar adanya.
Kami telah melewati jalan yang seharusnya kami lewati.
Kemudian kami berjalan, menuju atas gunung dan akhirnya samapi dengan selamat.
Ketka telah sampai kami melihat pemandangan yang begitu menakjubkan.
Pemandangan ladscape yang begitu mempesona membuat kami terkagum-kagum. Penciptaan indah buatan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Kamiberistirahat sejenak di situ beberapa jam. Menikmatai suasana pegunungan yang sangat asri dan adem.
Beberapa jam pun berlalu dan akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Gua yang terkenal digunung itu.
Namun sebelum pergi, tak lupa kami melakukan ritual wajib dulu, yaitu tiup lilin, foto-foto selfi, dan mengabadikan pemandangan dalam hape kami masing-masing, hehe.
Setelah itu kami mulai perjalanan ke gua.
Cukup melelahkan sekali pergi ke gua, karena lagi-lagi kami tersesat. Sempat ragu ketika mengambil jalan yang menanjak terjal yang menuju ke gua tersebut.
Akhirnya kami menggunakan jurus pamungkas untuk pergi ke gua yang terkenal itu, yaitu kami bertanya pada orang yang mengetahui keberadaan gua tersebut.
Dan akhirnya kami menemukan gua yang tersembunyi itu, dan uniknya gua tersebut tidak malah tidak jauh dari tempat kami berada sebelumnya.
“Waduh, tahu gitu kita tak perlu berjalan sejauh ini ya wan, tiggal puter balik aja”, tegasku.
“Ya bro gapapa, itu sudah takdir”. Kata iwan.
Sesampainya di depan gua, kami bertemu dengan petugas jaga gerbang, dan seperti yang saya kira, ada biaya retribusi untuk bisa masuk kedalamnya,
Kami membayar biaya sekitar Rp 10.000 perorang, dan setelah itu kami dapat tiket masuk yang digunakan untuk memasuki gua tersebut.
Sebelum kami memeasuki gua tersebut, rasa-rasanya seperti ada yang mengganjal dalam fikiran ini, hati seolah-olah berkata jangan masuk didalamya.
Namun fikiran dan kata hati itu, saya abaikan. Dan kamipun akhirnya masuk ke dalamanya.
Pada awal masuk terasa hawa yang mencekam.
Tiba-tiba bulu kuduk berdiri tanpa alasan yang jelas. Dan angin semilir menghampiri rambut kami.
“Wushhh..” dengan kencang dan sekejap angin itu menyapu rambut kami berdua.
Kami tetap melanjutkan masuk dalam gua lebih dalam lagi.
Hal menarik dan unik yang kami temukan ketka berada didalam gua ini adalah, meskipun lampu penerangan berjejer dimana-mana, kami merasa seolah-olah keadaan menjadi gelap.
Hinga akhirnya ada suatu suara seseorang berjalan mendekat menuju arah kami.
Plok, plok,plok..”, suara seorang berjalan mendekat ke arah kami.
Suara tersebut semakin lama semakin terdengar jelas menandakan semakin dekat kea rah kami.
Namun kami tidak menemukan sosok orang yang berjalan.
Hinga akhirnya suara tersebut berhenti. Dan ada suara tawa cekikikan dalam gua tersebut.
Suasana semakin mencekam, dan kami pun semakin merinding tapi tidak takut.
Kami melanjutkan perjalanan menuju jalan keluar gua.
Dan ketika kami berada dalam pertengahan gua, ada sesorang berbaju putih yang seakan-akan itu adalah bayangan manusia.
“Ooh tak ayal lagi, itu adalah penampakan”. Kata iwan.
Penampakan yang disertai suara cekikikan lagi. Kami tidak takut dan melanjutkan perjalanan lagi.
Hingga akhirnya kami temukan jalan keluar dari gua tersebut.
Ketika kelaur dari gua tersebut, kami bertemu dengan salah seorang penjaga lain gua tersbut, lalu kami tanyakan “sebenarnya tadi kami melihat suatu penampakan yang disertai suara tawa cekikian didalam gua tadi”.
Dan petugas itu malah tertawa cekikikan yang suaranya hampir sama dengan suara yang didalam gua tersebut.
Kami malah lebih merinding, namun petugas itu menenangkan kami. “oohitu adalah kerjaan kami untuk membuat pengunjung mempunyai pengalaman yang mencekam. Itu semua sudah kami atur untuk membuat kalian terpancing adrenalinnya”.
Owalah, ternyata selama di dalam gua, kami dikerjain oleh petugas jaganya.
Meskipun demikian kami tetap menikmati hasil yang kami loihat setibanya kami keluar dari gua. Pemandangan yang angsung menuju jurang, sangat membuat kami terpesona dengan keberadaannya.
Sekian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *