Penampakan Gaib Kakek Tua Penunggu Ruang 206

Penampakan Gaib Kakek Tua Penunggu Ruang 206

Kejadian ini terjadi tahun 2008 silam. Ketika Saya masih kuliah di salah satu kampus di Jawa Tengah, kebetulan saat itu memasuki semester 6.  Di semester ini, dosen memberi kami tugas akhir semester berupa pementasan Drama dan teater.

Sejak mendapat tugas tersebut, setiap malam latihan di kampus. Karena memang dari kelompok Saya, tidak ada satupun yang kos-kosannya terdapat ruangan yang cukup luas untuk berlatih. Maka gedung kampus jadi pilihan kami untuk berlatih.

Dan memang ada kebijakan khusus dari jurusan. Untuk menggunakan ruang perkuliahan di luar jam belajar-mengajar. Dari sekitar 9 ruang kuliah, hanya ada dua ruang yang boleh tetap buka di malam hari. Salah satunya adalah ruang 206 yang berada di lantai dua.

Ruangan tersebut berada di paling ujung timur gedung kuliah. Dan ruangan itu pula paling jauh dari anak tangga. Dari penuturan kakak tingkat, ruangan 206 adalah ruangan paling angker di gedung kuliah kami.

Dua angkatan di atas Saya pernah kesurupan di ruangan kuliah tersebut. Salah satu kenalan Saya yang punya kemampuan indigo juga pernah bilang kalau di tempat biasa kami berlatih drama di bagian sudut samping pintu, biasa dijaga sosok anak kecil.

Antara percaya gak percaya, sebab selama itu Saya belum pernah menjumpai hal-hal yang aneh. Meskipun kalau berada di tempat itu ada hawa yang bikin merinding.

Nah kejadian yang paling tidak bisa Saya lupakan saat dua hari menjelang pentas.

Kami berlatih di ruangan 206 sampai larut malam. Dari jam 7 malam sampai kurang lebih jam 2 dini hari.

Singkat cerita, saat akhir latihan kami sepakat ambil foto bersama dengan kamera digital. Tujuannya sih untuk kenang-kenangan.

Dari situlah mulai ada kejadian aneh.

Di dalam foto yang diambil salah seorang teman Saya. Ada sosok berwajah hitam pekat yang berada tepat di samping Saya. Dan sosok tersebut sama sekali tidak ada yang mengenali.

Awalnya Saya tidak percaya, saat melihat foto tersebut Saya merasa ada yang aneh. Teman-teman wanita yang melihat foto tersebut lantas berteriak hiteris.

Kami semua lari tunggang langgang. Sampai-sampai Pak Satpam datang menghampiri kami.

Tadinya kami sempat dimahari. Namun setelah kami menjelaskan dengan santun, Pak Satpam pun memahami teriakan ketakutan kami.

Dan anehnya, saat kami mencoba menunjukkan foto tersebut ternyata foto tersebut tidak bisa dibuka. Padahal foto-foto yang diambil sebelum dan sesudahnya bisa dibuka.

Kami pun jadi semakin merinding.

Pak Satpam kampus saat bercengkrama dengan kami pun menuturkan, memang di ruangan tempat kami berlatih teater. Seringkali ada sosok asing yang muncul di depan ruangan tersebut.

Bahkan pernah Pak Satpam menjumpai sosok orang tua, duduk di pembatas balkon di depan ruangan 206.

Padahal saat itu Pak Satpam yakin benar, Sudah mengunci gerbang teralis di depan anak tangga menuju lantai 206.

 

Yudistira, Batang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *