Ranting Kayu Mistik Tiba-tiba Ada Di dalam Tasku!

Ranting Kayu Mistik Tiba-tiba Ada Di dalam Tasku!

Pada suatu ketika aku sedang bermimpi sedang melakukan kemping bersama teman-teman disebuah gunung dalam mimpi tersebut gunung tersebut berubah-ubah, satu jam terasa dingin dan satu jam lagi terasa sangat panas sekali.

Hingga aku hanyut dalam mimpi tersebut latar dari gunung yang rindang penuh pepohonan yang berubah menjadi gunung es salju yang hawanya sangat dingin sekali.

Padahal aku tidak pernah sekalipun kegunung es salju paling lihat di televisi itupun saya sama sekali tidak pernah membayangkannya.
Sangat aneh biasanya ketika orang berada di es salju akan membuat manusia manusia salju namun disana sebaliknya manusia salju yang membuat manusia serasa saya berada ditempat yang paling menyeramkan didunia.

Beberapa waktu selanjutnya manusia es salju itu semuanya berubah menjadi iblis setan yang mengerikan kemudian merasuki semua manusia buatannya dan bergeraklkah manusia buatannya dengan masing-masing bola mata api yang membara menghampiri diri saya.

Saya lari sekuat mungkin namun kaki ini terasa berat sekali seakan kaku tak bisa digeralkan akhirnya aku berteriak sekeras mungkin. Para iblis yang masuk kedalam manusia itupun megerumuniku sambil mengatakan hal aneh terdengar seperti mengatakan kembalikan… kembalikan berulang sampil menyentuh tubuhku terus berulang-ulang.

Karena teriakanku terbawa ke dalam dunia nyata, suaraku yang keras membangunkan saudaraku. Sambill terus berteriak aku dibangunkan oleh saudaraku.

Saudaraku bilang berulang kali aku ditepuk-tepuk namun tidak bisa bangun malah teriakanku semakin keras. Hingga akhirnya kaki bagian jempolku di tekan dengan keras sekali, akhirnya aku terbangun dengan nafas yang ngos-ngosan.

Keseokan harinya aku ditanya oleh saudaraku dan kuceritakan detail kejadian itu, saat menceritaknnya pun tanpa sadar tanganku gemetar sendiri tanpa terkendali aku pun tidak sadar ketika tanganku bergetar hebat. Hingga tanganku dipegang oleh saudaraku yang lantas kemudian normal kembali.

Kemudian aku diledek oleh saudaraku, “kamu sih sukanya kemping ke tempat-tempat yang g jelas”
Ya memang hobyku adalah kemping dan jalan-jalan ke tempat yang kuanggap menarik karena dengan begitulah aku menghilamngkan rasa penatku dengan teman-temanku.

Namun akhir-akhir ini lain dari biasanya, saya sendiri sebenarnya tidak percaya dengan hal-hal yang mistis. Ya toh saya lahir di jaman yang sudah modern mana mungkin masih ada yang namanya hal-hal ghaib seperti itu.

Tapi setiap malam dihari yang sama mimpi itupun terulang kembali terus menerus sampai saat itupun saya masih tidak percaya dengan hal-hal yang mistis demikian. Mimpi yang saya alami selama itu hanya saya anggap mimpi biasa sebagi akibat, yang mungkin karena tugas-tugas pekerjaan saya yang sangat berat.

Hingga mimpi itu terulang dihari yang sama yaitu malam jum’at selama 7 kali dan yang terakhir sangat terasa nyata saya tidak bisa bergerak dan keesokan harinya saya terbaring sakit terkulai lemas tanpa bisa melakukan apa-apa.

Saya tinggal hanya bertiga dengan saudara dan ayah karena ibu tinggal dikampung mengurus nenek yang sudah tua.

Biasanya kalu sakit ibu yang ngurusin karena sudah lumayan lama ditanah rantuan jadi ya saudara yang agak kerepotan ngurus saya ketika sakit.
Mimpi itu sudah tidak datang lagi namun tubuhku terasa lemas dan kesakitan, aku sakitpun lamanya hanya tujuh hari saja, ketika saya periksakan ke dokter, dokter bilang hanya kecapekan saja otot-otot ditubuh menegang dan hanya perlu istirahat saja.

Sudah sembuh selam tujuh hari kemudian tujuh hari berikutnya aku sakit lagi dan periksa lagi ke dokter barang kali aku terkena demam beradarah karena pada saat itupun daerah yang kutinggali sedang ramai-ramainya orang terkena demam beradarah hampir setiap keluarga ada salah satu anggota keluarganya yang kena demam berdarah.

Sambil sempoyongan aku diperiksakan ke dokter dan hasilnya mengejutkan dari dokter bilang bahwa tubuh saya normal-normal saja padahal tubuh saya terasa sangat lemas sekali tanpa daya. Dan dokterpun heran dengan wajah yang agak pesimis sambil hanya memberikan resep biasa dan tidak ada catatan khusus yang diberikan kepada saya.

Tujuh hari berlalu aku sembuh dan bisa kembali bekerja lagi. Lagi dan lagi tujuh hari berlalu aku sakit lagi tak berdaya terbaring ditempat tidur lagi kejadian mendadak terulang kembali hingga akhirnya ada seorang teman yang menjenguk.

Awalnya kami hanya berbincang-bincang biasa saja hingga akhirnya dia agak sungkan untuk bercerita mengenai tetangganya yang dulu juga persis mengalami hal sama seperti yang kualami.

Tentangganya mengalami apa yang sedang aku alami persis, di bilang tetangganya dulu menemukan benda mungkin bagi sebagian orang itu adalah benda biasanya saja. Dan awalnya pun demikian tetangganya hanya berfikir itu benda biasa dan karena bentuknya yang menarik akhirnya ia bawa pulang.

Ia menemukan batu yang punya motif unik, hanya batu biasa saja seperti batu kali biasa namun memiliki garis-garis yang lumayan bagus. Niat hati sih ingin dikoleksi namun hari-hari berikutnya ia malah mengalami hal yang sama seperti yang aku alami.

Dan pilihan terakhir tetangga temanku datang ke orang pintar disekitar rumahnya alhasil orang pintar tersbut menyerah tidak bisa mengobati tetangganya, katanya dia mendeteksi di dalam rumahnya ada hawa yang sangat gelap sekali hingga berdampak pada dirinya. Tidak berhenti disitu akhirnya orang pintar tersebut menyarankan datang ke gurunya yang ilmu lebih sakti.

Walhasil berkatalah guru tersebut “apakah kamu pernah mengambil barang yang semestinya tidak kamu ambil?”
“kadang barang-barang yang kamu termukan entah dijalan atau dimanapun itu ada energinya namun jika kamu tidak kuat untuk membawa energi tersebut tubuhmu bisa kualahan.”

Tetangga temanku akhirnya ingat sebuah batu yang diambilnya dari hutan ditempat ia bekerja dulu sebelum berhenti karena istrinya melahirkan.
Dan akhirnya dikembalikanlah batu tersebut ke tempat ia mengambil dan akhirnya ia bisa sembuh seketika ketika batu itu dikembalikan.

Melihat dari apa yang diceritakan temanku, aku yang tidak percaya dengan hal-hal mistis tersebut masih tidak percaya dengan hal tersebut. dan ketika aku melakukan hobi kempingpun aku tidak mengambil apapun selain hanya berfoto bersama teman-teman karena memang tempatnya yang bagus dan indah terkesan sejuk sekali.

Hingga akhirnya suatu ketika akhirnya karena aku sakit-sakitan dan tidak bisa bekerja ayahku memutuskan menyuruhku untuk pulang ke kampung halaman saja nanti biar diantar saudaramu, kata ayahku.

Dan ketika packing segala macam baju dan perlengkapan lainnya ditemukan sebuah ranting pohon tiga buah ukuran kecil di dalam tas yang biasa aku gunakan untuk kemping. Ranting yang sangat asing mengingat pepohonan yang ada sikitar daerah saya tinggal tidak ada ranting pohon yang seperti itu.

Karena dianggapnya hanya sebuah sampah saudaraku kemudian berniat membuangnya namun ketika ranting kecil itu dipegang untuk dibuang terasa sangat panas sekali ditangan sampai akhirnya tanggannya melepuh.

Dari situlah akhirnya aku kaget kok bisa sampai seperti itu, dan akhirnya saya berifikir mungkin ini penyebab saya sakit seperti ini. saya kemudian mengingat kembali dimana ada ranting kayu yang seperit itu ketika saya melakukan perjalanan kemping.

Dan akhirnya aku teringat perjalanan terakhir sebelumnya ke Tigaku dimana saya saat itu melakukan penginapan disebuah lereng gunung dan disana saya menjelajah tempat-tempat tersebut dan menjumpai pohon yang sangat besar sekali ditengah lebatnya pepohonan.

Pohon itu kemudian kami hampiri dan beristrahatlah kami disana mungkin karena tidak sengaja ada ranting yang jatuh dan masuk kedalam tasku yang terbuka ketika aku mengambil makanan di dalam tas yang ku gunakan.

Disana juga secara tiba-tiba kami dijumpai seseorang yang sambil tersenyum, kamipun membalas senyuman orang tersebut, sambil orang itu berpesan hati-hati kepada kami (saya dan teman-teman) ketika berjalan-jalan ditempat sini.

Singkat cerita
Dan akhirnya dengan tubuh yang sebenarnya masih agak lemas aku menyuruh adikku untuk mengantarkanku kembali ketempat itu. Walupun menempuh tempat yang tidak mudah untuk ku lalui namun akhirnya kamipun sampai dan kemudian mengembalikan ranting kayu tersebut.

Singkat cerita saat itu juga tubuhku terasa sangat ringan dan sehat kembali. Dari pelajaran ini akhirnya sayapun harus percaya mengenai hal-hal yang berbau mistis walaupun terkadang masih berfikir dalam hati kok bisa ya diriku seperti itu?

Oleh : Adit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *