Kamu disini
Home > Sukses > Inilah 3 Bahaya Mentalitas Miskin Yang Harus Anda Ketahui

Inilah 3 Bahaya Mentalitas Miskin Yang Harus Anda Ketahui

Kenali 3 tanda Bahaya Mentalitas Miskin.

Mindset atau cara pemikiran Anda mengenai kesuksesan dapat menentukan apa yang akan terjadi kedepanya.

Salah satu cara agar mindset anda terjaga pemikirannya adalah dengan mengetahui tanda-tanda Anda mempunyai pemikiran seperti apa?, jangan samapai Anda menemukan mindset dan mentalistas miskin seperti yang akan saya uraikan dibawah ini.

Tiga tanda bahaya mentalitas miskin dalam diri manusia yang paling umum adalah :

1.   Uang, uang, uang

Tanda bahwa Anda memiliki mentalitas miskin adalah bila anda tidak berhenti berfikir tentang uang, uang, uang, uang, dan uang.

Anda bisa renungkan pertanyaan :

  • apa yang anda pikirkan tentang uang?
  • Kapan Anda berpikir tentang uang?
  • Apakah anda sering cemas Karena tidak punya cukup uang, anda bertanya-tanya berapa yang bisa anda dapatkan?
  • Pernahkan anda berpikir tentang apa alasan anda menginginkan uang, dan kemungkinan bahwa anda bisa saja mendapatkan semua itu walau tanpa uang?
  • Apakah anda selalu harus selalu punya uang?
  • Apakah anda selalu merasa iri bila ada orang lain yang mendapat uang lebih banyak dari anda? “kok jualannya lebih banyak dari jualan saya?”.
  • Dan sebagainya.

Banyak orang yang miskin atau bermental miskin yang menghabiskan waktu dan energi mereka dengan memikirkan tentang uang. Atau lebih tepatnya mimikirkan fakta bahwa mereka tidak punya (cukup) uang.

Anda mungkin sering berfikir seperti ini :

  • Aku lagi gak punya uang…
  • Kapan aku punya uang banyak?
  • Kalau aku punya uang…,
  • Nanti kalau aku punya uang..,
  • Seandainya aku punya uang…,
  • Bagaimana ya aku dapat uang…,
  • Berapa keuntungan yang aku dapat..,
  • Pekerjaan itu berapa ya gajinya…,
  • Dan sebagainya.

Nah jika Anda sering berfikiran seperti itu, berarti kemungkinan anda cenderung mempunyai mental miskin.

Dan kehidupan anda masih dipenuhi dengan “Duka Cita” karena ketiadaan cukup uang. Atau kecemasan atau ketakutan akan kekurangan uang.

Atau tidak semangat melakukan apapun bila tidak ada uangnya, dan sebagainya.

screenshot_26Sederhananya adalah, bila semua pemikiran anda tentang segala kehidupan anda masih di warnai dan di motivasi oleh sebuah alat tukar bernama uang, ini adalah tanda bahaya masih adanya mentalitas miskin dalam diri Anda.
Padahal uang itu seperti kupu-kupu yang semakin anda kejar dengan agresif, justru semakin sulit untuk anda tangkap.

Sebaliknya, bila kita berhenti mengejar, bisa saja tiba-tiba kupu-kupu tersebut mendekat dan bahkan hinggap ketika kita justru sedang sibuk menikmati keindahan bunga.

 

2.   Aku benci orang kaya

Seperti disebutkan diatas, karena pikiran kita sering berkutat dengan ketiadaan uang yang kita alami, maka kita jadi sering membandingkan diri sendiri dengan orang kaya.

Siapa yang tidak mengingkan menjadi orang kaya seperti mereka, bisa menjadi dan membeli apapun yang mereka inginkan.

Akan tetapi, sering kali ketika melihat orang yang lebih kaya dari kita, kita tidak mengunakan kesempatan untuk mengispirasi, memotivasi diri kita bahwa kalau ada orang yang bisa kaya, kita juga bisa.

Tetapi biasanya kita justru lebih terfokus pada rasa iri kita akan hal-hal yang dimiliki orang kayatersebut yang tidak kita miliki.

Dan ini sama sekali tidak membantu, malah sebaliknya ini adalah tanda bahaya bahwa kemiskinan yang kita alami, tidak hanya di lahirnya saja tetapi juga sudah berurat akar pada mentalitas kita. bahkan bisa menimbulkan rasa iri.

screenshot_27Rasa iri pada orang kaya tentu sangat berbahaya, selain bisa mendatangkan kecemburuan sosial, rasa iri juga dapat menciptakan kebencian.

 

Mungkin anda pernah mempunyai prasangka buruk tentang orang kaya, beberapa diantaranya adalah seperti ini :

  • Orang kaya itu menjadi kaya karena pelit.
  • Orang kaya itu pasti sombong
  • Orang kaya itu boros, boros temannya setan.
  • Orang kaya egois dan tidak memahami kondisi meraka yang tidak punya.
  • Orang kaya tega menyuap siapa saja untuk memuluskan semua jalannya
  • Orang kaya terbiasa nepotisme dan kolusi, mereka mebuat keputusan yang saling menguntungkan sesama mereka saja.

Nah disinilah masalah yang sebenarnya muncul, karena meskipun tidak suka pada orang kaya, dan merasa bahwa kekayaan banyak nilai negatifnya, anda tidak tahu apa yang mungkin sebenarnya mereka lakukan.

Langkah tepat yang seharusnya anda lakukan adalah, jika anda mau kaya maka lakukan hal-hal yang bisa mendekatkan pada kekayaan dan kesuksean, bukan malah membenci kekayaan.

Karena dengan anda membenci kekayaan, maka akan timbul konflik dalam bawah sadar anda, yang seharusnya membuat diri anda menjadi dekat, namun malah jauh dari kenyataannya.

 

3.   Membuat keputusan berdasarkan rasa takut

Membuat keputusan berdasarkan rasa takut akan kegagalan atau takut rugi adalah tanda bahaya akan adanya mentalitas miskin dalam diri anda yang tidak akan mengantarkan anda pada kemakmuran atau kesuksesan.

Bahkan mengambil keputusan berdasarkan rasa takut rugi atau gagal ini akan merampas rasa bahagia dan ketenangan anda.

Merampasa rasa gembira anda pada kemungkinan sukses besar yang akan datang.

Dan uniknya, semua rasa takut dan cemas ini akan mempengaruhi tingkah laku anda.

  • Pernahkan anda melihat orang yang hanya berputar-putar beberapa blok demi mencari tempat parkir gratis dari pada harus membayar beberapa ribu rupiah saja.
  • Atau melihat orang yang memilih barang yang lebih murah sedikit walau kualitasnya jauh lebih rendah.
  • Atau orang yang menunda berobat ketika sakit dengan tujuan berhemat, sampai penyakitnya semakin gawat dan sudah terlambat.
  • Atau orang yang memilih bertahan dengan pekerjaan tetapnya selama bertahun-tahun meski sudah jelas hasilnya kecil dan tidak pernah naik daripada menjajaki kemungkinan baru yang lebih potensial.

Cukup banyak kasus kemiskinan kronis disebabkan karena mengambil keputusan berdasarkan rasa takut.

  • 20 tahun menjadi pemulung biasa-biasa saja.
  • Puluhan tahun menjadi Pegawai Negeri kelas rendah
  • Puluhan tahun menjadi pembantu orang.
  • Puluhan tahun menjadi petani kecil.
  • Puluhan tahun mengerjakan pekerjaan yang tidak menyenangkan dan tidak banyak menghasilkan.
  • Miskin sedari puluhan tahun yang lalu karena tiada berubahnya mata pencaharian mereka.

Intinya, miskin selama puluhan tahun Karena ketakutan yang lebih besar pada kegagalan bila mencoba sesuatu yang baru.

screenshot_28

Fear of unknown (rasa takut pada sesuatu yang belum diketahui, belum pasti).

mental miskin ini mempunyai anggapanbahwa, semua keputusan didasari oleh rasa takut rugi atau takut gagal, lebih baik aman dengan yang selama ini sudah dijalani, sudah nyaman daripada mengambil tindakan yang belum pasti.

Memang didunia ini tidak ada yang pasti, Karena kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi nanti.

Namun apa yang dijanjikan itu pasti terjadi, semisal apa balasan untuk orang yang suka memberi, maka sesuai dengan firman Tuhan, akan dibalas sepuluh kali lipat.

Namun kapan balasannya?, secara logika kita tidak tahu. Yang bisa kita lakukan adalah meyakininya bahwa balasan itu pasti ada, kapan waktunya kita tidak mengetahuinya.

Semua yang kita lakukan, apalagi untuk kali pertama banyak yang berdasar pada rasa percaya dan keyakinan semata.

Karena memang kita tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya di masa depan kita.

Tetapi uniknya, keputusan yang diambil berdasarkan rasa takut ini tidak akan mengantarkan kita pada kekayaan.

Karena fokus anda bukan untuk mencoba mendapatkan kemungkinan keuntungannya, tapi lebih fokus pada bagaimana menghindari kemungkinan buruknya.

“Memang belum pasti untung, tapi belum tentu pasti rugi juga bukan?”

Selama segala sesuatu itu telah diperhitungkan semaksimal mungkin, apa salahnya mencoba sesuatu yang baru?

Bahkan jodoh yang kita pilih untuk kita nikahi juga belum pasti “menguntungkan” bukan?


Nah, demikian pembahasan 3 mentalitas miskin yang bisa anda ketahui agar anda semakin mudah mencapai kesuksesan.

Bila keputusan dan tindakan yang anda ambil, terutama yang berhubungan dengan karir, usaha dan keuangan berbentuk :

  • “hati-hatilah, siapa tahu gagal”.
  • “Lebih baik tidak mencoba, daripada mencoba nanti gagal”

Berarti pikiran anda terprogram untuk miskin.

Sebaliknya, apabila tindakan dan keputusan anda berbentuk :

  • “Maju terus jangan menyerah menuju kekayaan”
  • “Coba semua, siapa tahu yang ini bakal berhasil”

Maka mentalitas anda terprogram untuk sukses.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan bagikan pada teman-teman Anda agar manfaatnya juga mereka rasakan, klik ikon diatas nama profil penulis..

Komentar Disini
929 Total Views 3 Views Today
Mediana Putri
Panggil Saja Ana. Suka hal-hal spekatakuler dan berpetualang mencari hal baru. Aku orangnya gak bisa diam gak ada kegiatan gak seru dan nulis adalah salah satu hobiku dalam menuangkan segala hal yang ada di kepalaku melalui coretan pena, itu dulu, sekarang sukanya mencet-mencet tombol keyboard.

Tinggalkan Balasan

Top