Kamu disini
Home > Seks > Vagina Kering Bikin Bercinta Jadi Tak Nyaman

Vagina Kering Bikin Bercinta Jadi Tak Nyaman

Vagina Kering Bikin Bercinta Jadi Tak Nyaman

Ada seorang klien bertanya kepada saya dimana ia mengeluh karena sang pasangan selalu merasakan kesakitan saat berhubungan intim dan setiap penisnya masuk terasa tersendat-sendat dan vagina istrinya terasa kering, jadi saat melakukan hubungan intim istrinya selalu merasa kesakitan dan tak jarang ada darah yang keluar dari vagina istrinya padahal kan sudah berhubungan seks berkali-kali.

Nah itu disebabkan oleh Vagina pasangan mengalami kekeringan, Vagina kering dalam dunia medis disebut dengan vaginal atrophy, atrophic vaginitis, atau vaginal dryness.

Vagina yang normal akan terasa lembap karena memiliki pelumas alami yang diproduksi oleh serviks atau leher rahim.

Dengan adanya pelumas alami, vagina tidak terasa nyeri saat berhubungan berhubungan badan. Pelumas berupa cairan jernih tersebut juga bertugas melindungi vagina dari infeksi dan menjaga vagina agar bersih dengan cara mengalirkan darah menstruasi maupun sel-sel mati ke luar vagina.

Jika vagina mengalami kondisi kekeringan, maka alhasil akan terasa sakit jika dimasuki penis. Ibaratnya anda memasuki terowongan kolam renang yang belum dibasahi, tentunya punggung tubuh anda pastinya akan terasa sakit karena gesekkan yang tidak bisa mulus.

Penyebab Vagina Kering Kurang Lebih Dikarenakan 5 Hal Ini:

  1. Pembersihan Vagina Berlebihan

    Produk perawatan tubuh juga bisa memicu pada kering vagina, seperti sabun berbahan kimia, macam-macam produk kebersihan, dan parfum.

    Beberapa perempuan memiliki masalah alergi terhadap detergen dan sabun. Pun dengan pakaian, seperti celana dalam dan handuk, juga dapat membuat iritasi vagina Anda.

    Alergi yang timbul tersebut bisa berupa masalah pada lubrikasi atau objek; seperti bakteri yang berada di vagina Anda.

  2. Sedang Tidak Bergairah

    Salah satu penyebab keringnya vagina bisa jadi karena rendahnya libido atau permasalahan seksual dengan pasangan.

    Contohnya, masih berdasarkan Goldstein, pasangan mungkin memiliki performa seks yang kurang, melewatkan foreplay, atau mengalami ejakulasi dini.

  3. Stress Dan Cemas

    Faktor psikologis dan emosional bisa mengganggu gairah seksual dan membuat vagina Anda menjadi kering.

    Menurut Goldstein, ketika perempuan cemas, akan terjadi kurangnya aliran darah, sehingga kekeringan di daerah vagina pun terjadi. Kecemasan juga akan memicu hormon kortisol, hormon ini dapat mengganggu cara kerja estrogen.

  4. Sering Mengkonsumsi Obat Tertentu

    Obat alergi, asma, dan flu mengandung antihistamin yang memiliki efek di dalam tubuh, sehingga adanya penurunan lubrikasi vagina.

  5. Perubahan Hormon

    Penyebab paling umum vagina kering adalah penurunan level estrogen selama menopause, pramenopause, setelah melahirkan, atau selama menyusui. Pengobatan kimia untuk kanker seperti kemoterapi dan radiasi pada panggul dapat menyebabkan penurunan estrogen dan lubrikasi vagina.

Cara Mengatasi Vagina Kering

  1. Banyak Mengkonsumsi Kedelai

    Kacang kedelai terdapat banyak kandungan yang bernama isoflavon yang memiliki kinerja mirip dengan hormon estrogen pada tubuh manusia. Banyak mengkonsumsi kedelai diduga bisa membantu mengatasi gejala vagina kering, akan tetapi sampai saat ini penelitian akan hal tersebut masih dalam proses pengembangan.

  2. Menggunakan Pelembap Vagina

    Pelembap efektif untuk mengurangi kekeringan pada vagina selama beberapa hari dengan satu kali pemakaian.

  3. Menggunakan Pelumas

    Pelumas berbahan dasar air biasnya efektif untuk beberapa jam. Gunanya, selain untuk melembapkan vagina juga untuk memudahkan pembukaan vagina. Pelumas yang berbentuk krim biasanya dapat bertahan hingga seharian.

  4. Menggunakan Estrogen Vaginal

    Tujuannya untuk membantu meningkatkan estrogen pada tubuh seorang wanita, sehingga akan lebih cepat proses penyembuhan Vagina Kering

    Berikut ini tiga tipe estrogen vaginal:

    1. Vaginal estrogen ring (Estring): dokter akan memasukkan cincin yang lembut dan fleksibel ke dalam vagina. Di sana, estrogen ini akan dilepas langsung ke jaringan vagina. Namun, jenis ini tidak permanen, Anda harus menggantinya setiap tiga bulan
    2. Vaginal estrogen tablet (Vagifem): Anda menggunakan aplikator sekali pakai untuk memasukan tablet ke dalam vagina Anda sehari sekali untuk dua minggu pertama pengobatan. Lalu, Anda akan memasukannya dua kali seminggu sampai Anda tidak lagi membutuhkannya
    3. Vaginal estrogen cream (Estrace, Premarin): Anda juga akan menggunakan aplikator untuk memasukan krim ke vagina. Krim diaplikasikan untuk satu sampai dua minggu, lalu frekuensinya dikurangi satu sampai tiga kali seminggu seperti yang diarahkan oleh dokter
      Terapi estrogen tidak direkomendasikan untuk:
      1. Penderita kanker payudara
      2. Perempuan yang memiliki riwayat kanker endometrium
      3. Ibu hamil dan menyusui

 

Jika anda atau pasangan anda mengalami hal ini, anda harus ingat, SEGERA DIATASI, Karena bagaimana pun juga Vagina adalah organ vital yang sangat penting bagi wanita dan juga untuk memberikan kepuasan bagi suami.

Jadi, jika anda mengalami masalah Vagina Kering, cari Solusinya SEGERA dengan menghubungi:

Call/SMS/WA: 0822 4272 2014 / 0857 2679 2014 (Mbak Ayu)

PIN BB: 56F3B6E7

Email: csjengdevi@gmail.com

Komentar Disini
devika

Sahabat setia Jeng Devi
https://www.devikamasutra.com/
http://masterkamasutra.com/
http://mistikkamasutra.com/
http://kristalkamasutra.com/

https://www.devikamasutra.com/

Tinggalkan Balasan

Top